Monday, June 27, 2011
Download or Buying Movies
And THIS for buying movies/dvd (original¬ original), and this is cheap! but, this is only work in Indonesia, but I don't know if it can be work in other country, just ask to the admin :) that site is a list that the admin provide. such movies, tv show, etc.
Enjoy!
H.K.
Sunday, June 26, 2011
Caffeine Overdose
What You Need to Know about Caffeine Overdose
Believe it or not, you can die of a caffeine overdose. Of course, we are not talking about having an extra cappuccino during your break and then just keeling over. It would take you 80 to 100 cups of regular coffee taken within a relatively short period to endanger your life. Most people who end up at the hospital because of caffeine overdoses are taking pure caffeine in pill form. Usually overdoses happen just because the victim accidentally took too many pills.
For most of us, however, a caffeine overdose is not a matter of life and death. Drinking too much caffeine, overdosing, just has some harmful effects. So what are these effects?
Most of us are familiar with the mild symptoms of caffeine overdose. The first time you had one of those giant mugs of cappuccino you probably got a bad case of the trembles and twitches, where your hands literally wouldn’t stop shaking, or you developed an uncontrolled twitch of the eyelid. In bed that night, you probably ran out of sheep to count long before you managed to drift off into the land of nod. The next day you may have awakened to a soft stool during your morning trip to the bathroom.
Many of the symptoms of caffeine overdose at this early stage are like the symptoms of having too much alcohol. You might, for example, feel a little tipsy and have difficulty feeling solidly balanced on your feet. You probably make frequent trips to the bathroom to purge yourself of liquids, yet find yourself continuing to feel thirsty.
Moderate Symptoms
Most people need to really overdo it with the au laits to get to this point, but some people who are particularly sensitive to caffeine might get these symptoms from a couple of regular cups of jo. One of the most disturbing symptoms at this stage is a racing heart. When you feel how fast your heart is pounding, your fear is likely to make matters even worse. Often people will feel like they are going to hyperventilate as well. You might even get a caffeine fever, where your temperature rises and you become somewhat delirious.
Severe Symptoms
If you really overdid it—and here we are usually talking about having taken a pill form of caffeine not just drinking extra cups of coffee—then you might get some very dangerous symptoms. You might become completely disoriented, having difficulty figuring out what is happening around you. You might even find yourself seeing things that aren’t actually there.
As matters progress, you might start to have the sorts of convulsions common to epileptics. Then you start to lose consciousness. At which point, hopefully, someone has the common sense to take you to an emergency room.
Long-Term Effects
The vast majority of us never get to the point described above, thankfully. However, other symptoms build slowly overtime and they are just as severe. Over time, your body habituates to caffeine, just like any other drug, meaning that you need more and more to get the same effect. This repeated intake of large amounts of caffeine, the fuel of our busy lives, will often cause chronic effects like insomnia and irritably.
In addition, it is ironic how many students will intentionally overdose on caffeine in order to stay awake during all night cram sessions only to find that in their hyper-caffeinated state they produced incoherent essays or were unable to concentrate well enough to come to an understanding of the materials they attempted to study. Furthermore, many studies show that long-term use of caffeine has a negative effect on memory and retention. (Not to mention what lack of sleep does to these faculties of your minds.) Overall, caffeine is not the best drug for the brain.
Finally, studies have shown a strong connection between caffeine and symptoms of anxiety. This shouldn't surprise us given that high doses of caffeine virtually mimic the effects of an anxiety attack (i.e., racing heart, shortness of breath, insomnia, fear, etc.).
Put simply, you should try to quit. Even if, when you do try, you find that quitting brings on its own negative withdrawal symptoms.
SourceI was interested with this thing because I was addicted to coffee! but I wasn't drink too much at one day. And this article said, that it's just cause by pill form of caffeine. so I felt little relieved. But now, I've stop addicted to coffee, because my friend said that if we often drink coffee, we'll be hard to have a baby. And I immediately thought about my future. Haha it's weird right to stop that addicted? but I don't know why.
Maybe you can drink some, but don't be often. Maybe, just for relieve your stressed out, etc.
H.K.
Sunday, August 16, 2009
mystify independence and at school
dan tadi kan upacara di sekolah, terus gua ngobrol ngobrol sama hanna, nanan, firdha. terus berisik banget deh. mana aga depan. baris kedua/ketiga gitu deh. nah terus kan, gua ga pake gesper, hanna juga. sama si anwip ditarik ke belakang, eh tapi akhirnya disuruh maju aja gitu. haha. selamet. abis itu pulang deh.
oke deh. selese bye
Saturday, August 08, 2009
news
Friday, July 31, 2009
don't be lazy to pray!
Sunday, July 19, 2009
pohon

pohon : bentuk nya kaya selamat datang, hahah

pohon : bolong bolong

pohon : cewek manjat pohon -- --

pohon : bentuk simpul

pohon : tulisan Allah

pohon : bentuk kepala orang
cerita :
Pohon yang Kehilangan Rohnya
Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . Ayo, jangan main-main disini. Berisik! Bising!
Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?! Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan banget sih?!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?! Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.
end

Lone Cypress, Pebble Beach, California
pohon : di atas batu granit
cerita :
Kisah Pohon yang Tegar
Gantunglah cita-citamu di tempat yang tinggi supaya ia tidak dapat dimusnahkan oleh orang lain kerana cita-cita itu adalah sumber kekuatan perjuangan yang tidak terhingga dari segi lahir dan batinnya – Imam Abu Hanifah
Di California Selatan ada sebatang pohon yang terkenal di seluruh Amerika. Sepanjang tahun pohon itu dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Bentuk pohon itu sama sekali tidak sedap dipandang mata. Tingginya kurang dari 4 meter dengan batang agak pipih & melintir. Hanya sebagian cabang ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul. Pohon itu menjadi terkenal karena tumbuh di atas batu granit yang keras. Tingginya sekitar 100 mtr di atas permukaan laut, menghadang langsung Samudera Pasifik yang anginnya keras mendera.
Tidak ada pohon lain yang tumbuh di sekitarnya, kecuali pohon itu. Rupanya beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin, dan jatuh di celah batu granit yang ada tanahnya. Benih itu kemudian tumbuh, tetapi setiap kali batang muncul keluar, langsung hancur diterpa angin Pacific yang kencang. Terkadang pohon itu tumbuh agak besar, tapi badai kembali memporakporandakannya.
Sekalipun demikian, akarnya terus tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah melewati poros-poros batu granit sambil menghisap mineral-mineral di sekitarnya. Sementara itu batangnya tumbuh terus setelah berkali-kali dihancurkan angin kencang, makin lama makin kokoh dan liat sampai akhirnya cukup kuat menahan terpaan badai, sekalipun bentuknya tidak karuan.
Oleh orang Amerika, pohon tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran karena seakan-akan memberi pelajaran kepada umat manusia untuk tetap tabah dan gigih dalam menghadapi berbagai cobaan dan gelombang kehidupan.
end

pohon : mengerut
cerita :
Misteri pohon yang mengerut
Sebuah tim yang terjun dalam urusan ukur mengukur pohon di tahun 2004, sempat terperanjat saat pohon-pohon yang diukurnya berkurang lingkar diameternya, biarpun pengurangan kadang hanya berkisar 0.1 – 1 cm. Dua orang dalam tim ini adalah orang baru dalam bisnis ukur mengukur pohon ini, sementara 2 orang lainnya relatif bertahan dalam tim yang telah dibentuk sejak tahun 1997.
Mungkinkah pohon dapat mengerut? Kehidupan pohon tak lepas dari proses fotosintesis di mana dedaunan menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi yang diperlukannya dalam pertumbuhan. Proses ini terkait dengan penyerapan karbondioksida (+ molekul air) dan mengubahnya menjadi gula dan oksigen. Dedaunan adalah reseptor sinar matahari dan penadah karbondioksida (carbon sequester) yang ditampung dalam kayunya. Tak ada daun, proses pengubahan energi ini tentu menjadi macet dan mengganggu pertumbuhan pohon. Namun terganggunya pertumbuhan pohon tidak sesederhana dedaunannya yang berguguran.
Dua belas tahun mengikuti perkembangan pepohonan di salah satu hutan dataran rendah tersisa di ujung pulau Sumatra bagian Selatan tak ubahnya bagai melakukan suatu investigasi jangka panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, isu pemanasan global yang terkait dengan peningkatan kadar karbondioksida menjadi tren dalam kehidupan dunia. Seperti menggambarkan tak cukupnya hutan dan pepohonan yang dapat menangkap kelebihan karbon ini yang menyebabkan efek rumah kaca. Suhu bumi yang kian memanas ternyata bukan asal bicara. Data yang terkumpul di Way Canguk, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, menjadi saksinya. Padahal peningkatan suhu meningkatkan proses respirasi namun menurunkan kecepatan fotosintesis. Sementara itu, kebakaran hutan yang terjadi tahun 1982 dan 1997 di lokasi yang sama pun dapat menjadi tersangka. Ya, kebakaran hutan yang berulang memperparah proses pemulihan hutan dan hutan menjadi lebih sensitif terpapar kebakaran lagi. Lantas, siapa gerangan penjahatnya?
Dua kali kebakaran hutan membuat proses suksesi tertatih-tatih. Dari anakan pohon tingkat pancang (sapling) yang diamati sejak tahun 1997, tak banyak yang telah mencapai tingkat pohon yang terukur (berdiameter lebih dari 10 cm). Dalam satu decade pasca kebakaran, memang terlihat adanya pepohonan yang cepat tumbuh (fast-growing tree) seperti pohon kenanga (Cananga odorata) atau tabu (Tetrameles nudiflora). Pertanda baik? Tidak sepenuhnya. Adanya pepohonan cepat tumbuh ini memang membuat daerah terbuka menjadi lebih cepat rimbun. Tetapi seladak-selidik, ternyata pohon jenis ini mempunyai kepadatan kayu yang rendah (kepadatan kayu di bawah 0.4 gram/ cm3) yang tak mampu menampung karbon sebesar pepohonan berkepadatan kayu tinggi (lihat di sini untuk info tentang kepadatan kayu). Padahal pepohonan yang disebut terakhir seperti jenis-jenis Dipterocarpus spp., Lithocarpus spp., Heritiera spp. tak mau bergegas membesar (kepadatan kayu di atas rata-rata di atas 0.7 gram/cm3). Kebakaran hutan tak lagi menjadi alasan satu-satunya. Suhu yang memanas secara signifikan berkorelasi positif terhadap keengganan sebagian besar pohon untuk tumbuh membesar.
Tak bisa dielakkan bahwa selama 8 hari penuh mengikuti lingkar lebih dari 2000-an pohon membuat hati termangu-mangu dan masgul. Di tengah teriknya matahari dan puasa Ramadhan, terbayang bagaimana pepohonan kehausan. Dalam dua tahun belakangan, curah hujan di tempat ini berkurang dari rata-rata per tahunnya. Sementara tren yang terbaca adalah pepohonan yang ‘mengerut’ dan meningkatnya pepohonan berkepadatan kayu rendah. Apalah artinya puasa saya, sedangkan hutan ini yang seharusnya kontributor tertinggi mengurangi efek perubahan iklim ternyata malah terseok-seok akibat iklim dan dipaksa berpuasa oleh keadaan……….
end
pohon : meluk batu

pohon : cinta (?)
cerita :
Pohon Cinta
Pohon ini ada nya di Pulau Kemaro. Nama Pohon ini adalah Pohon Cinta. Nggak ngerti apa memang itu nama asli pohon atau nama pemberian dari Yayasan Kemaro.
Yang unik dari pohon ini :
Akar-akarnya yang menyatu dengan dahan pohon. Lihat dengan seksama cabang-cabang dari pohon ini banyak yang menghujam bumi. Itu adalah akar pohon. Bukan dahan pohon yang iseng menyusup kedalam bumi.
Tuesday, April 14, 2009
karpal sindrom
hiii karpal sindrom sumpah gua jadi parno ngeliat gambar" nya huaa, mana gua baru tau skrg lagi jederr nih ya gue kasi liat gbr" pembedahan" nya gara" kena karpal sindrom. karpal sindrom tuh penyakit tangan gitu kalo keseringan ngetik ato megang mouse nya keseringan salah jadi penyakit gitu nih ya gbr" pembedahanny, eh gajadi deh gbr ny serem huaa, klo yg mau liat tanya gua aja ntar gua kirimin deh emailny parah dah pokoknya ya. udh deh ya baybay
Friday, January 09, 2009
background item
JUST INFORMATION :
okay this is just for information! dont comment!
kan gw pnah baca gitu di W (kaWanku) kalo background item itu nge hemat apaa gitu duh gw lupa hahe sorry2 ni cuma numpang lewat aja deh GAUSAH DIBACA aja deh mendingan ngga penting he? haha intinya background itu membantu mencegah global warming okay? GO GREEN! xp byeeee zzzz ','
Monday, November 17, 2008
email ttg iphone 3G apple
beberapa menit kemudian...
wewww tnyata oh tnyataa stelah diajarin dhyraaa gw baru tau tnyata tuh tinggal pencet forward doang! kirain gw copy paste! jiah pantes ajah kaga bisa"..
dan skrg udah kekirimmm yeiiiiii.. (yaoloh saking gaptek nya! begini nih!) tnyata abis forward tinggal pencet TO nya truz tinggal pilih tmen" nya yg mo dkirim! hoho mdah" an aja dapet ya! doain plisplis
set dah uda jam stengah 11 dan gw capee! blom nyiapin buku! apalagi blajar! udah yoww met malemm nd bobo/tidur smuaaa!! ahahaha